Meski begitu, keputusan Pelatih Timnas Benny Dollo memanggil Wijay sudah jadi bukti tidak ada diskriminasi dalam timnas. Artinya, timnas tidak hanya diperkuat mereka yang 100% berdarah Indonesia, tapi juga warga keturunan. “Ini timnas, jadi saya sangat senang sekali. Selama ini saya belum pernah punya kesempatan untuk itu. Tentu, peluang ini akan saya manfaatkan,” tuturnya kepada SINDO.
Wijay mengakui bisa masuk dalam jajaran pemain terbaik di Indonesia dan masuk dalam skuad Merah Putih tidaklah mudah.Apalagi, untuk pemain yang masih memiliki darah India dari orangtuanya.“ Memang, kakeknya dari kakek saya ada di India. Tapi, kalau mau dirunut, sangat panjang. Sementara orangtua ayah dan ibu saya terlahir di Medan, termasuk saya,”tandasnya.
Hanya, dia tidak menampik jika darah India begitu kental mengalir dalam darahnya. Perawakan dan wajahnya begitu khas sehingga banyak orang menganggap dia dari India. “Banyak yang bilang saya ini pemain dari India. Jadi, keberadaan saya di SFC sebagai pemain asing. Tapi, saya tidak terlalu mempermasalahkan itu. Karena, tugas saya sekarang menjawab apa yang telah dipercayakan timnas kepada saya,” ungkap putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Saminaden (alm) dan Dewi ini.
Kini panggilan membela negara sudah di depan mata. Artinya, pantang buat dia mundur dan tidak mau bersaing. “Saya tahu diri, masih banyak pemain senior dalam timnas. Tapi, saya juga akan buktikan bahwa saya punya kemampuan yang sama dengan mereka dan siap bersaing sehat,”paparnya.
Pelatih SFC Rahmad ‘RD’ Darmawan menilai Wijay termasuk pemain pekerja keras sehingga pantas memperkuat tim Merah Putih. “Dia (Wijay) bukan hanya punya kemampuan baik,tapi sebagai gelandang bertahan, dia tidak pernah berhenti menekan lawan, ngeyel, dan tidak pernah lelah mencari bola dan posisi,”sebut RD.
-SinDo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar